Stove Train and a house of a famous Japanese writer, Dazai Osamu

By ggt3 (from : Putra) on 4月. 13, 2017

By ggt3 (from : Putra) on 4月. 13, 2017

Aomori Prefecture offers a unique experience with one type of train that would probably not available in other places, a stove train: a car of a train with stove heaters. The service runs across a long rail road in the car that was made in 1947-1948 through a town called Kanagi Town; place of birth of a famous Japanese Writer: Dazai Osamu.


Prefektur Aomori menawarkan pengalaman unik yang kemungkinan besar tidak ada di tempat lain, menaiki kereta dengan kompor pemanas. Layanan kereta pemanas ini berjalan di atas rel dengan gerbong yang dibuat pada tahun 1947-1948 melalui sebuah kota yang disebut Kota Kanagi. Kota ini adalah tempat lahir Dazai Osamu, seorang penulis Jepang yang sangat terkenal.

dsc_0058

The stove train. Looking "old" but it can still run: both the wheels and the stoves

Gerbong kereta pemanas kompor. Terlihat "tua" tetapi masih berjalan: roda dan kompor pemanasnya

dsc_0067

Dazai Osamu (a character of Bungou Stray Dogs). The real Dazai Osamu does not look like this

Dazai Osamu (Karakter dari Bungou Stray Dogs). Dazai Osamu yang asli tidak terlihat seperti ini

img_3092

An intersection of Kanagi Town, near the former house of Dazai Osamu

Sebuah pertigaan di Kota Kanagi, dekat dengan rumahnya Dazai Osamu

My trip occurred on Dec 11, 2016 - at the time when the first service of the stove train is being run. At this time, two cars were held in service: one car is the stove car and the other car is the modern electric car. The stove car has 3 stoves with fire in it as heater with a bucket of coal nearby. Every few minutes, a train conductor comes to check for the intensity of the heat and add some coal to increase the heat. It was not a large fire but it keeps you warm inside the train. Considering the car that was made in 1947-48, if there is snow storm, the snow would come inside through the windows' sidelines. Though at the time, the weather was clear. Other than the stove car of the train, the modern car also has interesting display. It does not have stove heater but it has pictures of Dazai Osamu, as a character from the anime of Bungou Stray Dogs (Literally Stray Dogs). Although it is just a display of poster, the name was actually a real person name. Dazai Osamu was a famous writer that was born in Kanagi Town, Aomori Prefecture.


Perjalanan kereta dengan pamanas kompor ini dilaksanakan pada 11 Des 2016 - di saat pertama kali layanan kereta ini diberikan. Pada saat ini, hanya terdapat dua gerbong: satu gerbong sebagai kereta dengan pemanas kompor dan satu lagi sebagai gerbong kereta listrik modern. Gerbong dengan pemanas kompor memiliki 3 pemanas kompor yang dilengkapi dengan ember penuh dengan batubara sebagai bahan bakarnya. Selama beberapa menit sekali, seorang konduktor mengecek pemanasnya dan memasukkan beberapa batubara ke dalamnya untuk menambah intensitas panasnya. Api yang dihasilkan tidak begitu besar tetapi tetap dapat memberikan kehangatan di dalam kereta. Mengingat gerbong pemanas ini dibuat pada tahun 1947-48, apabila terdapat badai salju, saljunya biasanya masuk melalui celah-celah yang berada pada jendela. Untunglah pada saat itu, cuacanya sedang bagus. Selain kereta dengan pemanas kompor, kereta listrik modernnya juga memiliki sesuatu yang menarik: pameran poster karakter Dazai Osamu dalam anime Bungou Stray Dogs (Literally Stray Dogs). Walaupun posternya hanya berupa karakter, nama yang dipakai oleh karakter tersebut berasal dari orang asli, yang berprofesi sebagai penulis. Dazai Osamu adalah penulis yang berasal dari Kota Kanagi, Prefektur Aomori.

dsc_0056

The stove train

Kereta pemanas kompor

dsc_0062

The stove for the heater

Kompor pemanasnya

The town of Kanagi is not a big town. More of a small town with small road that only small vehicles can pass through. However, with the snow covering all over the ground, road and rooftop of houses, everything looks white except the part where you can see the view of houses and windows of passing vehicles. About several meters from Kanagi Station, the former house of Dazai Osamu is placed. The house was a place where Dazai Osamu born and lived in the early time of his life. The house was owned by his father: Gen'emon Tsushima who was a landowner in the Meiji Era. It is mostly made from Hiba tree with 2 meter high-walls surounding the house; which at the time (1907), the high wall was a land mark of police station, post office and other buildings used for public service. Here, there are two floors, a rice warehouse and a garden (with a large pond). The house's first floor consist of 11 rooms and the second floor consist of 8 rooms. The house looks very awesome in my opinion but unfortunately, Dazai Osamu was not proud of it as he mentioned the house in his writing; translated as: "My father built a terribly big house which does not have special atmosphere or anything. It was just big".


Kota Kanagi bukan sebuah kota besar. Hanya sebuah kota kecil dengan jalan-jalan kecil yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan-kendaraan kecil. Saat berkunjung, salju menutupi seluruh jalan dan atap/genteng rumah-rumah. Semuanya terlihat putih, kecuali bagian tembok rumah dan kaca jendela kendaraan. Beberapa meter dari Stasiun Kanagi, terletak rumah yang dulunya dihuni oleh Dazai Osamu. Rumah ini adalah tempat lahir dan tumbuhnya Dazai Osamu pada saat awal masa-masa kehidupannya. Rumah ini dimiliki oleh ayahnya: Gen'emon Tsushima, yang pada saat itu merupakan pemilik tanah di Era Meiji di daerah tersebut. Sebagian besar bagiannya terbuat dari Pohon Hiba dengan tembok yang mengelilingi rumahnya. Pada saat itu (1907), tembok yang mengelilingi rumah hanya dimiliki oleh kantor polisi, kantor pos, dan bangunan-bangunan lain yang menangani persoalan umum. Keseluruhan rumah ini memiliki 2 lantai, gudang beras dan sebuah taman rumah (dengan kolam ikan yang luas). Lantai pertama rumahnya berisi 11 ruang, dan lantai keduanya berisi 8 ruang. Menurut pemikiran pribadi, rumah ini sangat luar biasa. Akan tetapi, Dazai Osamu tidak merasa seperti itu karena dia menyebutkan pada tulisannya; diterjemahkan: "Ayah saya membuat rumah besar yang tidak ada apa-apanya. Tidak ada atmosfir spesial atau hal unik yang bisa ditunjukkan. Rumah itu hanya besar".

img_3095

A view of rooms in the first floor. Rooms are separated by a sliding door

Pandangan ruang-ruang di lantai satu/pertama. Ruang-ruang dipisahkan oleh pintu geser

img_3107

The garden with snow and frozen surface of fish pond

Taman rumah dengan salju dan kolam dengan permukaan yang beku

Recommend Tours

What might seem like common practice and everyday values to local Japanese people can be new and attractive treasures through the eyes of people from different countries and cultures! There are so many unknown and enticing treasures just waiting to be discovered in Tohoku – come and find them!