Wa Rasse, Nebuta Museum

By ggt3 (from : Putra) on 4月. 13, 2017

By ggt3 (from : Putra) on 4月. 13, 2017

Wa Rasse, a museum specified to show people about the uniqueness of Nebuta Festival all year. This museum is located in Aomori Prefecture, Japan close to Aomori Station and can be reach within 5 minutes by walking. Its building is large in size with red pillars-like decoration outdoor, with a free space in front of it which is used for car parking. The name of the museum Wa Rasse; ワラッセ is written in the front but the writing is small to be seen from far away thus you need to get closer to the building to know what is written there.

dsc_0008

Wa Rasse Museum provides history of culture and craft of Nebuta and the festival including trial for people in creating Nebuta Floats. The museum only close at the time of New Year (December 31st-January 1st) and two days after the Nebuta Festival is finished (August 9th-10th). It is open everyday, from 9 am and close at 7 pm in May-August, at 6 pm in the other months.

The fee to enter the museum is not expensive. For general, the price is differ between adult (including university students and above), senior high student, and elementary/junior high student. The difference also placed in individual or group tickets with minimum of 10 people.Individual ticket: 600 円(adult), 450 円(high school student) and 250 円(elementary/junior school student) and group ticket: 540 円(adult), 400 円(high school student) and 220 円(elementary/junior school student). *円: a sign indicating Yen as currency being used.

The museum shows the form of recent Nebuta Floats that were used in the year's festival and previous years. It also shows how the festival would have done, the position of the dancers, the floats itself and the people who plays musical instrument that is unique to the festival. Form of paints that are used to paint the rice paper in creating the floats is shown, and the method to draw the face on the floats is also explained. Although there is no direct explanation from the tour guide in English, there is English text presents near each exhibition. However, having Japanese would have much more impact on the way you are thinking of the festival's festivities. The museum let guests to try in participation of Nebuta Dance called Haneto and play the Taiko Drum, with the music of the festival. It also let guests to try in sticking the rice paper to the float's frame, in creating a large Nebuta float, which professionally would finish in one year time.

dsc_0016

dsc_0018 dsc_0019
dsc_0041


Wa Rasse, sebuah musium untuk menunjukkan keunikan Festival Nebuta sepanjang tahun. Keberadaan musium ini tepat berada di tengah Kota Aomori, lebih tepatnya di sebelah Stasiun Aomori, sekitar 5 menit berjalan kaki. Bangunannya memiliki arsitektur pilar berwarna merah dan sebuah area luas di sebelahnya yang digunakan untuk tempat parkir mobil pengunjung. Terdapat tulisan Wa Rasse, ワラッセ di depan musiumnya, akan tetapi tulisannya kecil kalau dilihat dari jauh, sehingga untuk dapat melihatnya perlu mendekati bangunannya.

Musium Wa Rasse memperlihatkan dan menjelaskan tentang masa lalu dan seni dari lentera kertas Nebuta serta festivalnya, termasuk percobaan untuk membuat lentera kertas Nebuta untuk para tamu. Musium ini hanya tutup pada saat tahun baru (31 Desember-1 Januari) dan setelah Festival Nebuta selesai dilaksanakan (9-10 Agustus). Selain itu, musium buka sesuai dengan waktunya. Pada Bulan Mei-Agustus, musium akan buka pada jam 9 dan tutup pada jam 7 malam sedangkan pada bulan-bulan yang lain, musium akan buka jam 9 dan tutup pada jam 6 sore.

Untuk masuk ke dalam musiumnya, biaya yang diperlukan tidak mahal. Akan tetapi, harganya berbeda antara yang masuk individual dengan yang masuk dalam grup (minimal 10 orang). Perbedaan harga berdasarkan golongan dewasa, murid SMA, dan murid SD/SMP. Dalam daftar individual, orang dewasa harus membayar 600 yen, murid SMA: 450 yen dan murid SD/SMP: 250 yen sedangkan dalam daftar grup, orang dewasa: 540 yen, murid SMA: 400 yen dan murid SD/SMP: 220 yen.

Pameran dalam musium ini menunjukkan Lentera kertas Nebuta yang berhasil memenangkan perlombaan dalam Festival Nebuta pada tahun tersebut serta beberapa Lentera kertas Nebuta pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu,musium juga menunjukkan bagaimana pelaksanaan festival tersebut pada Bulan Agustus, posisi penari, lenteranya serta orang-orang yang memainkan musik untuk festivalnya. Cara pengecatan atau pewarnaan lentera juga ditunjukkan oleh musium, termasuk cara penggambaran wajah yang realistik di lenteranya. Pada pamerannya, penjaga musium hanya menggunakan Bahasa Jepang akan tetapi terdapat penjelasan dalam Bahasa Inggris di setiap ekshibisinya. Tapi tentu saja, apabila kamu sudah terbiasa menggunakan Bahasa Jepang, kamu akan merasa bahwa ada yang lebih dalam di ekshibisi Nebuta tersebut dari penjelasan yang dijelaskan oleh penjaga musium. Musium tersebut juga memperbolehkan para pengunjung untuk mencoba tarian yang disebut Haneto, serta memainkan Drum Taiko dengan nada pada saat festival. Selain itu, mereka juga memperbolehkan pengunjung untuk menempelkan kertas lentera pada rangka Nebuta yang belum selesai sehingga kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para pembuat Lentera Nebuta, yang secara profesional Lentera Nebuta tersebut akan selesai pada satu tahun mendatang.

Recommend Tours

Prune Apple-trees in Snow-shoes! (February)
Sled Down Snowy Mountains Tour! (January)
Japanese ‘Izakaya’ 【Tavern】 Tour (December)
Japanese Confectionery Making! (November)
Apple-picking Tour! (October)
‘Nagashi-somen’ (flowing noodles) Lunch in the Apple-fields (September)
Join the Hirosaki NEPUTA Festival! (August)
Explore Knick-knack Stores and Japanese-Western Architecture Tour! (June)

What might seem like common practice and everyday values to local Japanese people can be new and attractive treasures through the eyes of people from different countries and cultures! There are so many unknown and enticing treasures just waiting to be discovered in Tohoku – come and find them!