Backstreet Night Tour in Hirosaki City

By Ahmed Dahlan (from : Indonesia) on Dec. 13, 2016

By Ahmed Dahlan (from : Indonesia) on Dec. 13, 2016

           img_2072    

           When touring to new place, I usually do backstreet tour on foot to know the uniqueness of the place i visit. Moreover, I always try to find a way to taste the local cuisine. Visiting Hirosaki, my friends and i managed to have Backstreet Night tour on foot. Accompanied by a local guide, we walked through small hallways in Hirosaki, and  wandering the ‘ancient’ parts of Hirosaki. We found uniqueness of Hirosaki City. The center town of Hirosaki has western nuance. It is because of western architecture from the Meiji Era.

img_2069           img_2073img_2074img_2083 nightlife nightlife2

We had three-time perfect dinner during backstreet night tour there. It was crazy that we ate a lot. lol. All the menus were perfect. The backstreet tour was tiring, indeed, yet it was paid off. We managed to taste the local cuisine. One of them was what so-called as ‘’Igamenchi’’. “Igamenchi” is one of local food that fried minced squid arms with some vegetables. It is an at ordinary home-made dish which is served in many restaurants or Izakaya bar in Hirosaki. It is said that “Igamenchi” was made by leftover squid of Sushi’s ingredient first.

   makananhirosaki

makanan-2


            Ketika melakukan tour ke suatu tempat, orang pada umumnya menghabiskan malam hari untuk beristirahat melepaskan lelah setelah seharian beraktivitas wisata. Namun, saya memilih untuk melakukan backstreet tour dengan berjalan kaki. Saya dan teman-teman tour, didampingi oleh seorang guide, melakukan backstreet tour dengan menyusuri lorong-lorong sempit di kota Hirosaki. Dari kegiatan tersebutlah kami mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan Hirosaki secara nyata. Konstruksi bangunan di kota Hirosaki bernuansa barat. Hal tersebut dikarenakan pada jaman Meiji, budaya barat masuk ke area tersebut, dan meninggalkan jejaknya. HIngga sekarang, jejak budaya barat masih terasa dan terlihat di pusat kota Hirosaki.

            Bagian wajib dari sebuah tour, bagi saya, adalah berburu kuliner. Saya biasanya menyempatkan diri untuk mencari kuliner khas tempat yang saya kunjungi. Beruntung, saya tak perlu mengeluarkan dana, karena dalam program wisata ini semua akomodasi ditanggung oleh pihak manajemen Gogotohoku. Setelah menyusuri berbagai tempat di pusat kota Hirosaki, kami singgah di dua restoran dan sebuah bar secara berurutan. Restoran pertama yang kami kunjungi memiliki menu kha Hirosaki, yaitu ‘Igamenchi’. Igamenchi merupakan makanan yang terbuat dari campuran sayuran, tepung dan cumi-cumi. Rasanya sangat ‘maknyuuus’ sekali. Selain Igamenchi, saya juga mendapatkan menu lain seperti sashimi, dan special vegetable soup. Semuanya halal.

Recommend Tours

Prune Apple-trees in Snow-shoes! (February)
Sled Down Snowy Mountains Tour! (January)
Japanese ‘Izakaya’ 【Tavern】 Tour (December)
Japanese Confectionery Making! (November)
Apple-picking Tour! (October)
‘Nagashi-somen’ (flowing noodles) Lunch in the Apple-fields (September)
Join the Hirosaki NEPUTA Festival! (August)
Explore Knick-knack Stores and Japanese-Western Architecture Tour! (June)

What might seem like common practice and everyday values to local Japanese people can be new and attractive treasures through the eyes of people from different countries and cultures! There are so many unknown and enticing treasures just waiting to be discovered in Tohoku – come and find them!